← Kembali ke Katalog
Katalog/Anak & Remaja/Cerita Bergambar/SI AYAM YANG PANDAI MENANAM Kisah Ayam yang Rajin

SI AYAM YANG PANDAI MENANAM Kisah Ayam yang Rajin

Kategori: Cerita Bergambar | Dilihat: 3 Kali

Harga Saat Ini

Rp 5.000 Rp 10.000

Detail Produk

Kode Produk:PRD-D1D3EB37
Bahasa:Indonesia
Format:PDF
Penulis:Lestari Putri
Penerjemah:Budi Ramadhan
Halaman:29 Halaman
Tahun Terbit:2026
Penerbit:Duta Ilmu Kids
Peringkat:4.9

Share:

Deskripsi

Di sebuah desa yang asri bernama Desa Hijau, hiduplah seekor ayam jantan muda yang ceria bernama Koko. Desa itu sangat indah, dipenuhi dengan rumput hijau yang luas dan pepohonan yang rindang. Namun, sebagian besar ayam di sana hanya menghabiskan waktu mereka dengan mematuk sisa makanan atau berlari kesana-kemari tanpa tujuan. Koko berbeda. Ia memiliki sebuah impian besar di dalam hatinya: ia ingin memiliki kebun sayur sendiri yang indah dan bermanfaat.

Suatu pagi, saat matahari baru saja mengintip dari balik bukit, Koko menemukan sebuah kantong kain kecil yang tergeletak di bawah pohon ek tua. Dengan penuh rasa penasaran, Koko membukanya menggunakan paruhnya yang kuat. Ternyata, isi kantong itu adalah berbagai macam benih tanaman—ada benih tomat, wortel, bayam, dan bunga matahari. Mata Koko berbinar-binar kegirangan. Ia segera memutuskan bahwa ini adalah saat yang tepat untuk mulai mewujudkan impiannya.

Koko mulai bekerja di sebidang tanah kosong di samping rumahnya. Ia menggunakan cakarnya yang kokoh untuk menggemburkan tanah, membuang batu-batu kecil, dan mencabut rumput liar yang mengganggu. Pekerjaan ini sangat melelahkan bagi seekor ayam kecil. Beberapa temannya, seperti Boli si Kelinci dan Chiko si Tupai, sering lewat dan menertawakannya. 'Hei Koko! Mengapa kau repot-repot menggali tanah? Ayam itu tugasnya berkokok, bukan bertani!' ejek Boli sambil memakan wortel liar miliknya. Koko hanya tersenyum sopan dan menjawab, 'Aku ingin mencoba sesuatu yang baru, Boli. Menanam itu menyenangkan.'

Setiap hari, tanpa absen, Koko menyirami benih-benihnya. Jika matahari terlalu terik, ia akan membuat peneduh kecil dari daun-daun lebar agar tunas mudanya tidak layu. Saat hujan turun terlalu deras, ia akan memastikan aliran air tidak merusak akar tanamannya. Kesabaran Koko benar-benar diuji ketika berminggu-minggu berlalu dan kebunnya masih terlihat seperti tanah cokelat biasa. Teman-temannya semakin sering mengejeknya, menyebut kebunnya sebagai 'Kebun Khayalan'.

Namun, keajaiban pun terjadi. Di minggu keempat, kuncup-kuncup hijau kecil mulai menyembul dari balik tanah. Koko merasa sangat bahagia melihat kerja kerasnya mulai menampakkan hasil. Tunas-tunas itu tumbuh dengan cepat menjadi tanaman yang kuat. Tomat-tomat yang awalnya kecil dan hijau mulai berubah menjadi merah ranum dan berkilau. Wortel-wortel yang ia tanam tumbuh gemuk di bawah tanah, dan bunga matahari yang ia tanam di pinggir pagar berdiri tegak dengan mahkota kuning yang megah.

Suatu ketika, musim kemarau panjang melanda Desa Hijau. Rumput-rumput mulai mengering dan sumber makanan alami menjadi langka bagi hewan-hewan di sana. Chiko, Boli, dan teman-teman lainnya mulai merasa lapar dan kesulitan mencari makanan. Saat itulah mereka melihat ke arah kebun Koko. Kebun itu tetap hijau dan subur karena Koko sangat rajin mengambil air dari sumur tua di dekat hutan untuk menyiraminya.

Koko yang baik hati melihat teman-temannya yang kelaparan. Tanpa rasa dendam karena pernah diejek, Koko mengundang mereka semua ke kebunnya. 'Mari teman-teman, jangan sungkan. Kebun ini cukup luas untuk memberi makan kita semua,' kata Koko dengan tulus. Boli, Chiko, dan hewan lainnya merasa sangat malu sekaligus terharu. Mereka memakan tomat-tomat yang segar dan wortel yang manis dengan penuh suka cita. Sejak hari itu, tidak ada lagi yang mengejek Koko. Malahan, mereka semua meminta Koko untuk mengajari mereka cara bercocok tanam yang baik.

Desa Hijau pun berubah menjadi desa yang sangat mandiri dan penuh dengan kebun-kebun yang indah. Koko sang ayam bukan lagi sekadar ayam yang pandai menanam, ia telah menjadi pahlawan dan inspirasi bagi seluruh warga desa. Ia mengajarkan bahwa dengan tekun, sabar, dan mau bekerja keras, hal yang dianggap mustahil pun bisa menjadi kenyataan yang manis untuk dinikmati bersama-sama.

#BukuAnak #CeritaInspiratif #BelajarMenanam #KarakterAnak #DongengEdukasi #SiAyamRajin #LestariPutri