← Kembali ke Katalog
Katalog/Anak & Remaja/Cerita Bergambar/SI KATAK DAN HUJAN PERMEN Kejutan Manis dari Langit

SI KATAK DAN HUJAN PERMEN Kejutan Manis dari Langit

Kategori: Cerita Bergambar | Dilihat: 5 Kali

Harga Saat Ini

Rp 5.000 Rp 10.000

Detail Produk

Kode Produk:PRD-30EEB492
Bahasa:Indonesia
Format:PDF
Penulis:Andi Wijaya
Penerjemah:Budi Ramadhan
Halaman:29 Halaman
Tahun Terbit:2026
Penerbit:Duta Ilmu Kids
Peringkat:4.9

Share:

Deskripsi

Di jantung Hutan Pelangi yang tersembunyi di balik kabut emas, tinggallah seekor katak kecil bernama Kiko. Kiko bukanlah katak biasa; kulitnya berwarna hijau limau yang cerah dengan bintik-bintik kuning di punggungnya yang berkilau setiap kali terkena sinar matahari. Pagi itu, udara terasa sangat berbeda. Biasanya, angin pagi membawa aroma embun dan tanah basah, namun kali ini, aroma karamel manis dan buah-buahan tropis memenuhi udara. Kiko melompat keluar dari rumah teratainya di Danau Cermin dengan penuh rasa ingin tahu. Langit di atas Hutan Pelangi yang biasanya biru bersih kini berubah menjadi warna ungu pastel yang cantik, dengan awan-awan tebal yang tampak seperti gumpalan kapas gula.

Tiba-tiba, 'Pluk!'. Sesuatu yang keras namun ringan jatuh tepat di atas kepala Kiko. Ia mengira itu adalah butiran hujan yang aneh, tetapi ketika ia melihat ke tanah, ia menemukan sebuah permen bola berwarna merah muda yang harum. Tak lama kemudian, ribuan permen mulai turun dari langit! Ada permen kenyal berbentuk bintang, cokelat koin berlapis emas, hingga loli pop warna-warni yang berputar-putar jatuh seperti baling-baling helikopter. Seluruh Hutan Pelangi seketika berubah menjadi lautan gula-gula yang berkilauan. Kiko berteriak kegirangan, suaranya yang nyaring memanggil teman-temannya, Tupi si tupai yang lincah dan Cici si kelinci putih yang pemalu.

Mereka bertiga mulai mengumpulkan permen-permen itu dengan penuh semangat. Tupi menggunakan ekornya yang besar untuk menangkap permen cokelat yang jatuh, sementara Cici mengumpulkan permen kenyal di dalam keranjang anyamannya. Namun, kegembiraan itu mulai menimbulkan sedikit kekacauan. Penghuni hutan lainnya mulai berdatangan dan mereka saling berebut untuk mendapatkan permen yang paling besar. Suasana yang tadinya ceria berubah menjadi sedikit tegang karena rasa serakah mulai muncul. Kiko, dengan kebijaksanaannya yang melampaui usianya, segera melompat ke atas sebuah batu besar di pinggir danau. Ia mengajak semua teman-temannya untuk berhenti sejenak dan melihat betapa banyaknya pemberian dari langit tersebut.

Kiko mengusulkan agar mereka membuat sebuah pesta permen besar di mana semua orang bisa makan bersama tanpa perlu berebut. Ia mengingatkan bahwa keajaiban ini adalah hadiah untuk dinikmati bersama-sama. Mereka pun bekerja sama membangun menara permen dan meja-meja dari daun talas yang lebar untuk menyajikan semua gula-gula itu. Seluruh penghuni hutan, dari semut yang paling kecil hingga beruang madu yang paling besar, duduk melingkar berbagi cerita sambil menikmati kelezatan hujan permen tersebut. Namun, di tengah pesta, Kiko juga memberikan pesan penting. Ia mengingatkan teman-temannya untuk tidak lupa meminum air putih yang banyak dan membersihkan mulut mereka setelah makan permen agar gigi mereka tetap kuat dan sehat.

Saat matahari mulai terbenam di ufuk barat, awan ungu perlahan memudar dan hujan permen pun berhenti. Langit kembali menjadi bersih, menyisakan pelangi ganda yang indah di atas Hutan Pelangi. Meskipun permen-permen itu akan segera habis, kenangan tentang berbagi dan kebersamaan hari itu tetap tersimpan rapat di hati setiap penghuni hutan. Kiko kembali ke rumah teratainya dengan perasaan puas. Ia belajar bahwa hal yang paling manis bukanlah permen yang jatuh dari langit, melainkan senyuman teman-temannya saat mereka berbagi kebahagiaan tanpa rasa iri. Hutan Pelangi pun kembali tenang, meninggalkan aroma wangi yang akan selalu diingat oleh Kiko sebagai kejutan termanis dari langit.

#BukuAnak #DongengKatak #HujanPermen #CeritaEdukasi #PetualanganManis #AndiWijaya