← Kembali ke Katalog
Katalog/Anak & Remaja/Cerita Bergambar/SANG KURA-KURA PEMBAWA HARAPAN Langkah Kecil Menuju Kebahagiaan

SANG KURA-KURA PEMBAWA HARAPAN Langkah Kecil Menuju Kebahagiaan

Kategori: Cerita Bergambar | Dilihat: 10 Kali

Harga Saat Ini

Rp 5.000 Rp 10.000

Detail Produk

Kode Produk:PRD-8150A7B0
Bahasa:Indonesia
Format:PDF
Penulis:Budi Ramadhan
Penerjemah:Salsabila Putri
Halaman:29 Halaman
Tahun Terbit:2026
Penerbit:Duta Ilmu Kids
Peringkat:4.9

Share:

Deskripsi

Dahulu kala, di sebuah tempat yang dikenal sebagai Hutan Cahaya, pepohonan rimbun mulai kehilangan warnanya. Tanah yang dulunya lembap dan subur kini pecah-pecah karena kekeringan panjang. Semua hewan besar seperti Gajah dan Rusa telah pergi mencari tempat tinggal baru. Namun, di tengah keputusasaan itu, tinggallah seekor kura-kura kecil bernama Kiko. Kiko tidak bisa berlari cepat seperti hewan lainnya, tetapi ia memiliki hati yang penuh dengan keyakinan.

Suatu pagi, Kakek Toa, kura-kura tertua di hutan itu, memanggil Kiko. Dengan tangan yang gemetar, Kakek Toa menyerahkan sebuah tas kecil berbahan kulit pohon yang berisi satu butir Benih Harapan berwarna emas. Kakek Toa berpesan bahwa benih itu harus ditanam di puncak Bukit Pelangi agar hujan kembali turun. Masalahnya, Bukit Pelangi sangatlah jauh dan jalannya penuh dengan rintangan terjal. Banyak hewan meragukan Kiko karena langkahnya yang sangat lambat, namun Kiko hanya tersenyum dan memulai perjalanannya dengan penuh keberanian.

Perjalanan Kiko dimulai dengan melintasi Sungai Kering yang dasarnya penuh dengan batu tajam. Setiap langkah yang diambil Kiko terasa berat, namun ia terus maju. Di tengah jalan, ia bertemu dengan Pipit, seekor burung kecil yang sayapnya terluka dan kehausan. Bukannya mengabaikan Pipit demi tujuannya sendiri, Kiko justru berhenti dan membagikan sisa air minum terakhir yang ia bawa. Kebaikan hati Kiko membuat Pipit tersentuh. Setelah beristirahat sejenak di atas tempurung Kiko, Pipit yang sudah mulai pulih memutuskan untuk menemani Kiko sebagai pemandu jalan dari udara.

Tantangan berikutnya datang saat Kiko harus mendaki Lereng Berangin. Angin kencang bertiup seolah-olah ingin menerbangkan tubuh Kiko yang kecil. Namun, tempurung hijaunya yang kokoh membantunya tetap stabil. Ia berlindung di balik batu besar setiap kali angin badai datang, lalu melanjutkan langkahnya saat suasana tenang. Ia tidak pernah mengeluh meski kakinya mulai lelah. Baginya, setiap inci tanah yang ia lalui adalah satu langkah lebih dekat menuju keselamatan seluruh penghuni hutan. Keuletannya menjadi simbol bagi siapa pun yang melihatnya bahwa kecepatan bukanlah segalanya.

Setelah berhari-hari menempuh perjalanan, Kiko akhirnya tiba di kaki Bukit Pelangi. Bukit itu terlihat sangat tinggi dan puncaknya tertutup awan kelabu. Dengan sisa tenaga yang ada, Kiko mulai mendaki. Ia sempat terjatuh beberapa kali, namun Pipit selalu memberinya semangat dari atas. Saat matahari hampir terbenam, Kiko mencapai puncak. Di sana terdapat sebuah lubang kecil di tengah altar batu kuno. Dengan hati-hati, Kiko mengeluarkan Benih Harapan dari tasnya dan meletakkannya di dalam tanah, lalu menutupnya dengan penuh cinta.

Tiba-tiba, keajaiban terjadi. Benih emas itu mengeluarkan cahaya terang yang memancar ke langit. Awan kelabu perlahan berubah menjadi awan hujan yang sejuk. Tetesan air pertama jatuh tepat di atas tempurung Kiko, lalu membasahi seluruh hutan. Dalam sekejap, rumput-rumput yang kering mulai menghijau kembali, dan bunga-bunga yang layu mekar dengan warna yang lebih indah dari sebelumnya. Hutan Cahaya kembali hidup, dan suara nyanyian burung terdengar bersahutan menyambut kembalinya kehidupan.

Kiko kembali ke desanya bukan sebagai kura-kura yang lemah, melainkan sebagai pahlawan pembawa harapan. Hewan-hewan lain yang dulu meragukannya kini belajar bahwa keberhasilan tidak diukur dari seberapa cepat seseorang bergerak, melainkan dari seberapa teguh mereka bertahan dalam tujuan mulianya. Kiko mengajarkan semua orang bahwa kebahagiaan sejati dapat ditemukan melalui pengabdian dan kesabaran yang tiada henti. Hutan Cahaya pun hidup damai selamanya berkat langkah kecil sang kura-kura.

#BukuAnak #Dongeng #PetualanganKiko #CeritaInspiratif #PesanMoral