← Kembali ke Katalog
Katalog/Anak & Remaja/Cerita Bergambar/KISAH SI ZEBRA BERCORAK PELANGI Berani Menjadi Diri Sendiri

KISAH SI ZEBRA BERCORAK PELANGI Berani Menjadi Diri Sendiri

Kategori: Cerita Bergambar | Dilihat: 6 Kali

Harga Saat Ini

Rp 5.000 Rp 10.000

Detail Produk

Kode Produk:PRD-3AB7CFD8
Bahasa:Indonesia
Format:PDF
Penulis:Budi Wijaya
Penerjemah:Ahmad Fauzan
Halaman:29 Halaman
Tahun Terbit:2026
Penerbit:Duata Ilmu Kids
Peringkat:4.9

Share:

Deskripsi

Di jantung Afrika, terdapat sebuah lembah tersembunyi yang dikenal sebagai Padang Rumput Pelangi. Di sanalah tinggal sebuah kawanan zebra yang sangat besar. Namun, ada sesuatu yang tidak biasa pada pagi musim semi itu. Seekor bayi zebra lahir dengan keajaiban yang belum pernah dilihat sebelumnya. Alih-alih memiliki garis-garis hitam pekat yang melingkari tubuh putihnya, bayi zebra yang diberi nama Zaza ini memiliki garis-garis berwarna merah, oranye, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Ibunya menatapnya dengan penuh kasih, namun zebra-zebra lain di kawanan itu mulai berbisik-bisik.

Seiring tumbuhnya Zaza, ia mulai menyadari bahwa dirinya berbeda. Saat teman-temannya bermain kejar-kejaran, Zaza sering kali memilih untuk bersembunyi di balik semak-semak tinggi. Ia merasa malu karena warnanya yang mencolok membuatnya mudah ditemukan. 'Kenapa aku tidak bisa seperti yang lain?' tanyanya pada pantulan dirinya di sungai yang jernih. Suatu hari, karena sangat ingin terlihat 'normal', Zaza melumuri seluruh tubuhnya dengan lumpur hitam hingga warna pelanginya tertutup sepenuhnya. Ia merasa senang karena akhirnya ia terlihat sama dengan kawanannya. Namun, kegembiraan itu tidak bertahan lama karena hujan turun dengan deras dan menghapus semua lumpur itu, memperlihatkan kembali garis-garis pelanginya yang berkilau di bawah rintik air.

Suatu sore, sebuah tantangan besar datang. Kabut abadi yang sangat tebal dan dingin turun dari Gunung Kristal, menyelimuti seluruh padang rumput. Kabut ini begitu pekat sehingga tidak ada seekor zebra pun yang bisa melihat arah jalan pulang. Bahkan Jojo, sang pemimpin kawanan yang paling berpengalaman, kehilangan arah. Di dalam kegelapan dan kabut yang menyesatkan, suara auman singa terdengar dari kejauhan. Ketakutan mulai melanda seluruh kawanan. Mereka terjebak, tidak bisa melihat apa pun di depan hidung mereka sendiri.

Zaza, yang biasanya pemalu, tiba-tiba merasakan dorongan di dalam hatinya. Ia menyadari bahwa di dalam kegelapan kabut yang kelabu itu, warna-warna pada tubuhnya justru memancarkan cahaya lembut. Garis-garis merahnya berpijar, dan warna birunya bersinar seperti lampu pemandu. 'Ikuti aku!' teriak Zaza dengan penuh keberanian. Ia berlari di depan, menjadi suar cahaya yang menembus kepekatan kabut. Satu per satu, zebra-zebra lain mengikuti cahaya pelangi yang terpancar dari tubuh Zaza. Dengan ketenangan dan keberanian, Zaza membimbing mereka melewati jalan setapak yang sempit, menghindari jurang, dan menjauh dari ancaman predator.

Ketika mereka akhirnya sampai di tempat yang aman dan matahari mulai menyingsing mengusir kabut, seluruh kawanan terdiam. Mereka menatap Zaza dengan penuh rasa kagum dan terima kasih. Jojo mendekati Zaza dan menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat. Sejak hari itu, tidak ada lagi yang berbisik tentang perbedaan Zaza. Mereka menyadari bahwa dunia membutuhkan semua jenis warna untuk menjadi indah. Zaza pun tidak lagi mencoba bersembunyi. Ia berdiri tegak, membiarkan sinar matahari memantulkan keindahan pelangi di tubuhnya. Ia belajar bahwa keunikan yang ia miliki bukanlah sesuatu untuk disembunyikan, melainkan sebuah anugerah yang bisa membawa harapan bagi orang lain.

#BukuAnak #ZebraPelangi #PercayaDiri #DongengEdukasi #PetualanganHewan