← Kembali ke Katalog
Katalog/Anak & Remaja/Cerita Bergambar/SI BUNGLON DAN WARNA PERTAMA Belajar Menjadi Diri Sendiri

SI BUNGLON DAN WARNA PERTAMA Belajar Menjadi Diri Sendiri

Kategori: Cerita Bergambar | Dilihat: 8 Kali

Harga Saat Ini

Rp 5.000 Rp 10.000

Detail Produk

Kode Produk:PRD-05456F66
Bahasa:Indonesia
Format:PDF
Penulis:Dimas Santoso
Penerjemah:Budi Mahardika
Halaman:29 Halaman
Tahun Terbit:2026
Penerbit:Duata Ilmu Kids
Peringkat:4.9

Share:

Deskripsi

Di jantung Lembah Hijau yang rimbun, hiduplah sekumpulan bunglon yang sangat luar biasa. Ada Ciko yang bisa berubah menjadi merah cerah saat ia sedang bersemangat, dan ada Cika yang bisa berubah menjadi biru laut yang tenang saat ia bersantai. Namun, di antara mereka semua, ada Boni. Boni adalah bunglon kecil yang berbeda. Sejak lahir, kulitnya hanya berwarna abu-abu pucat. Ia sudah mencoba berkali-kali untuk menyatu dengan dedaunan hijau atau batang pohon cokelat, tetapi kulitnya tetap saja abu-abu. Teman-temannya sering mengejeknya dan menyebutnya 'Bunglon Batu'. Hal ini membuat Boni merasa sangat sedih dan kesepian.

Suatu pagi, Boni memutuskan untuk pergi meninggalkan Lembah Hijau. Ia mendengar legenda tentang Hutan Pelangi, sebuah tempat di mana konon warna-warna pertama di dunia diciptakan. 'Jika aku sampai ke sana, aku pasti bisa menemukan warnaku sendiri,' pikir Boni dengan penuh harapan. Di tengah jalan, ia bertemu dengan Kiki, seekor burung kolibri kecil yang sayapnya berkilauan seperti permata. Kiki bertanya mengapa Boni tampak sangat sedih. Setelah mendengar cerita Boni, Kiki menawarkan diri untuk menemaninya. Mereka berdua melewati sungai-sungai kecil yang mengalirkan air perak dan mendaki bukit-bukit yang tertutup kabut tipis.

Perjalanan mereka tidaklah mudah. Mereka harus melewati Hutan Bisikan, di mana pohon-pohonnya bisa berbicara dan sering kali menyesatkan para pelancong. Namun, Boni yang berwarna abu-abu justru memiliki keuntungan yang tidak terduga. Di dalam hutan yang gelap itu, warna abu-abunya membuatnya sulit terlihat oleh predator yang hanya mencari warna-warna mencolok. Boni menyadari bahwa warna 'membosankan'-nya ini telah menyelamatkan nyawa mereka berdua. Kiki pun kagum dengan ketangguhan Boni yang tidak bergantung pada penyamaran warna untuk bisa bertahan hidup.

Setelah tiga hari perjalanan, mereka sampai di tepi Telaga Kristal, jantung dari Hutan Pelangi. Di sana, mereka bertemu dengan Burung Hantu Bijak bernama Master Owi. Master Owi memiliki mata besar yang tampak seperti galaksi. Boni segera mendekatinya dan memohon, 'Tuan Owi, tolong berikan aku warna. Aku tidak ingin menjadi abu-abu selamanya. Aku ingin menjadi cantik seperti bunglon lainnya.' Master Owi tersenyum lembut dan meminta Boni untuk melihat bayangannya di permukaan air telaga yang sangat jernih dan tenang tersebut.

Boni melihat bayangannya. Ia melihat tubuh abu-abunya, syal kuningnya, dan tanda bintang di dahinya. 'Apa yang kamu lihat, Boni?' tanya Master Owi. Boni menjawab bahwa ia hanya melihat seekor bunglon abu-abu yang jelek. Namun, Master Owi menyuruhnya untuk menutup mata dan membayangkan hal yang paling membuatnya bahagia. Boni pun memejamkan mata dan membayangkan saat ia membantu Kiki yang sayapnya tersangkut di dahan tadi pagi. Ia merasa bangga dan berani. Tiba-tiba, Kiki berteriak kegirangan. Saat Boni membuka mata, kulitnya telah berubah menjadi emas berkilauan yang sangat indah!

'Kamu tidak kekurangan warna, Boni,' jelas Master Owi. 'Warna-warnamu tersembunyi di balik perasaan dan keberanianmu. Kamu terlalu sibuk mencoba menjadi seperti orang lain sehingga kamu lupa bagaimana merasakan dirimu sendiri. Kamu tidak butuh pigmen untuk menjadi spesial. Kamu spesial karena kamu adalah Boni, si bunglon yang berani menembus bahaya demi mencari jati diri.' Boni terpana melihat warna emasnya yang perlahan memudar kembali menjadi abu-abu saat rasa kagetnya hilang. Namun kini, ia tidak lagi merasa sedih karena ia tahu warna itu ada di dalam dirinya.

Boni dan Kiki kembali ke Lembah Hijau dengan penuh percaya diri. Boni menceritakan petualangannya kepada bunglon lainnya. Ia menunjukkan bahwa meskipun ia lebih sering berwarna abu-abu, ia bisa memancarkan warna-warna yang sangat luar biasa saat hatinya dipenuhi oleh emosi yang tulus. Teman-temannya pun berhenti mengejeknya. Mereka belajar bahwa menjadi berbeda bukan berarti lemah, dan bahwa kecantikan sejati tidak selalu terlihat di permukaan kulit sepanjang waktu, melainkan tersimpan di dalam jiwa yang kuat dan tulus.

Kini Boni hidup bahagia sebagai pemimpin para petualang di Lembah Hijau. Ia memakai warna abu-abunya dengan bangga, dan sesekali, saat ia sangat bahagia, ia akan memamerkan warna emas keberaniannya kepada teman-temannya. Ia telah belajar bahwa warna pertama dan yang paling penting adalah warna kejujuran terhadap diri sendiri. Cerita tentang si bunglon abu-abu yang pemberani pun menjadi legenda yang diceritakan turun-temurun di lembah tersebut, menginspirasi banyak hewan muda lainnya untuk tidak pernah malu akan kekurangan mereka.

#BukuAnak #CeritaBunglon #PesanMoral #DongengIndonesia #BelajarDiriSendiri #PetualanganBoni #DutaIlmuKids

Produk Terkait

SEMUA AKAN INDAH PADA WAKTUNYA Belajar Sabar Dan TawakalE-Book20%

Spiritual & Religius

SEMUA AKAN INDAH PADA WAKTUNYA Belajar Sabar Dan Tawakal
Rp 20.000
Rp 25.000
RAHASIA HATI YANG TENANG Kunci Bahagia Dunia AkhiratE-Book20%

Spiritual & Religius

RAHASIA HATI YANG TENANG Kunci Bahagia Dunia Akhirat
Rp 20.000
Rp 25.000
PELUKAN RAHMAT ALLAH Menguatkan Jiwa Dengan ImanE-Book20%

Spiritual & Religius

PELUKAN RAHMAT ALLAH Menguatkan Jiwa Dengan Iman
Rp 20.000
Rp 25.000
LANGKAH MENUJU SURGA Membangun Amal Setiap HariE-Book20%

Spiritual & Religius

LANGKAH MENUJU SURGA Membangun Amal Setiap Hari
Rp 20.000
Rp 25.000
JEJAK CAHAYA IMAN Meniti Jalan Menuju RidhaE-Book20%

Spiritual & Religius

JEJAK CAHAYA IMAN Meniti Jalan Menuju Ridha
Rp 20.000
Rp 25.000