← Kembali ke Katalog
Katalog/Cerita Bergambar/KUCING DAN KAPAL BULAN Berlayar Jauh Menuju Negeri Mimpi

KUCING DAN KAPAL BULAN Berlayar Jauh Menuju Negeri Mimpi

Kategori: Cerita Bergambar | Dilihat: 0 Kali

Harga Saat Ini

Rp 5.000 Rp 10.00050%

Detail Produk

Kode Produk:PRD-3F66D0E1
Bahasa:Indonesia
Format:PDF
Penulis:Dimas Fauzan
Halaman:29 Halaman
Tahun Terbit:2026
Penerbit:Duta Ilmu Kids
Peringkat:4.90

Share:

Deskripsi

Di sebuah rumah kecil di pinggir kota yang tenang, hiduplah seekor kucing oren bernama Moka. Moka bukan sekadar kucing biasa; ia memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar dan mata hijau yang selalu berbinar saat menatap langit malam. Suatu malam, saat Moka sedang mengejar seekor kunang-kunang di loteng tua milik kakeknya, ia menemukan sebuah benda yang tertutup kain beludru berdebu. Ketika ia menarik kain itu, tampaklah sebuah model kapal kayu yang sangat indah. Kapal itu tidak memiliki roda, melainkan dayung yang menyerupai sayap burung dan layar yang terbuat dari jaring sutra perak yang berkilauan.

Tiba-tiba, cahaya bulan purnama menyinari kapal tersebut melalui jendela loteng. Keajaiban terjadi! Kapal kayu yang tadinya kecil itu mulai membesar dan melayang di udara. Moka, dengan keberanian yang meluap-luap, melompat ke atas geladak kapal. Begitu kakinya menyentuh kayu kapal, layar perak itu mengembang dan kapal tersebut meluncur keluar jendela, terbang menuju angkasa luas. Moka merasa angin malam yang sejuk membelai bulunya saat ia meninggalkan atap-atap rumah dan mulai berlayar di antara awan-awan yang empuk seperti kapas.

Di tengah perjalanan melintasi Samudra Bintang, Moka mendengar suara isak tangis yang lembut. Di atas sebuah awan kecil yang redup, ia menemukan Luma, sebuah bintang kecil yang terjatuh dari rasi bintangnya. Luma kehilangan cahayanya karena ia merasa takut dan sendirian. Tanpa ragu, Moka mengajak Luma naik ke atas Kapal Bulan. Moka berjanji akan membantu Luma kembali ke Istana Bulan agar ia bisa bersinar terang kembali. Persahabatan mereka pun dimulai di atas dek kapal yang berayun lembut di tengah galaksi yang penuh warna ungu dan biru indigo.

Namun, perjalanan mereka tidaklah mudah. Mereka harus melewati 'Kabut Bayangan', sebuah wilayah di langit yang dipenuhi oleh awan hitam yang suka mencuri cahaya. Untuk melewatinya, Moka menggunakan kecerdikannya. Ia mengikatkan syal merah kesayangannya pada kompas ajaib di kapal untuk menentukan arah berdasarkan kehangatan hati, bukan sekadar cahaya mata. Dengan keberanian Moka dan keyakinan Luma, Kapal Bulan berhasil menembus kegelapan dan tiba di gerbang Negeri Mimpi yang megah.

Negeri Mimpi adalah tempat di mana semua imajinasi anak-anak disimpan dalam bentuk gelembung sabun raksasa yang melayang-layang. Di sana, mereka bertemu dengan Penjaga Bulan, seekor burung hantu raksasa yang bijaksana. Sang Penjaga memuji kebaikan hati Moka karena telah menolong bintang yang tersesat. Sebagai hadiah, Luma diletakkan kembali di tempat asalnya di langit, dan seketika itu juga, seluruh langit malam bersinar lebih terang dari sebelumnya. Moka merasa sangat bahagia melihat temannya kembali ke tempat yang seharusnya.

Setelah tugasnya selesai, Kapal Bulan membawa Moka kembali pulang sebelum matahari terbit. Kapal itu mengecil kembali menjadi model kayu saat mendarat di loteng. Moka pun tertidur pulas di atas tumpukan jerami dengan senyum di wajahnya. Ia tahu bahwa meskipun ia hanyalah seekor kucing kecil, ia telah melakukan perjalanan terjauh yang pernah ada. Setiap kali ia menatap bulan sekarang, ia tahu bahwa di atas sana, ada seorang teman kecil yang selalu berkedip ke arahnya sebagai tanda terima kasih atas petualangan luar biasa di Negeri Mimpi.

#BukuAnak #Dongeng #Petualangan #KisahKucing #NegeriMimpi #CeritaAnakIndonesia #ImajinasiAnak