← Kembali ke Katalog
Katalog/Cerita Bergambar/KUCING DAN JAM TERTIDUR Misteri Waktu yang Berhenti Berdetak

KUCING DAN JAM TERTIDUR Misteri Waktu yang Berhenti Berdetak

Kategori: Cerita Bergambar | Dilihat: 0 Kali

Harga Saat Ini

Rp 5.000 Rp 10.00050%

Detail Produk

Kode Produk:PRD-6023B899
Bahasa:Indonesia
Format:PDF
Penulis:Dimas Ramadhan
Halaman:29 Halaman
Tahun Terbit:2026
Penerbit:Duta Ilmu Kids
Peringkat:4.90

Share:

Deskripsi

Di sebuah rumah tua yang penuh dengan tumpukan buku dan barang antik, hiduplah seekor kucing calico bernama Miko. Miko bukanlah kucing biasa; dia memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Suatu sore yang berdebu, saat sinar matahari masuk melalui celah-celah jendela loteng, Miko menemukan sebuah kotak kayu kecil yang tersembunyi di balik lemari tua. Dengan cakar kecilnya, dia membuka kotak itu dan menemukan sebuah jam saku emas yang indah. Namun, jam itu tidak berdetak. Penasaran, Miko menyentuh jarum jamnya, dan tiba-tiba, 'KLIK!', sebuah gelombang cahaya biru menyebar dari jam tersebut ke seluruh penjuru kota.

Seketika itu juga, dunia menjadi sangat sunyi. Miko melihat ke luar jendela dan terkejut melihat seekor burung pipit melayang kaku di udara, seolah-olah tertempel pada langit. Air yang mengucur dari keran di halaman belakang membeku menjadi kristal-kristal yang diam. Pemilik rumah, Pak Tua Bram, terdiam di kursi goyangnya dengan mulut setengah terbuka saat hendak menyeruput teh. Waktu telah berhenti. Hanya Miko yang masih bisa bergerak, berkat jam saku yang kini melingkar di lehernya seperti kalung ajaib. Miko menyadari bahwa dia secara tidak sengaja telah menidurkan sang waktu.

Miko kemudian mendengar suara bisikan halus dari jam saku tersebut. Suara itu memberitahunya bahwa dia harus pergi ke Menara Waktu Pusat, sebuah bangunan rahasia yang terletak di puncak Bukit Sunyi. Miko harus membawa kembali 'Batu Detak' yang terlepas dari porosnya. Jika tidak, dunia akan selamanya tertidur dalam keheningan yang beku. Dengan keberanian yang dikumpulkan, Miko melompat keluar jendela dan memulai petualangannya melewati jalanan kota yang kini seperti museum patung raksasa.

Perjalanan Miko tidaklah mudah. Dia harus melewati Taman Bayangan, di mana pepohonan yang berhenti bergoyang tampak seperti raksasa yang mengancam. Dia juga harus menyeberangi Sungai Kaca, air sungai yang mengeras namun bukan karena es, melainkan karena waktu yang membeku. Di tengah jalan, Miko bertemu dengan sebuah patung mekanik berbentuk burung hantu yang hanya bisa berbicara jika Miko menggosok jam sakunya ke dada burung hantu tersebut. Burung hantu itu memberikan petunjuk bahwa di Menara Waktu, terdapat teka-teki gear yang harus disusun kembali agar sang waktu mau bangun dari tidurnya.

Sesampainya di puncak Bukit Sunyi, Miko berdiri di depan pintu besar Menara Waktu Pusat yang terbuat dari perunggu. Di dalam menara, ribuan roda gigi besar dan kecil berhenti berputar. Debu-debu waktu melayang diam di udara. Miko melihat 'Jantung Detak', sebuah mesin raksasa di tengah ruangan, yang kehilangan satu roda gigi emas kecilnya. Miko menyadari bahwa jam saku yang dia temukan sebenarnya adalah bagian dari mesin ini. Dengan hati-hati, Miko melepaskan jam saku dari lehernya dan meletakkannya pada tempat yang kosong di pusat mesin.

Tiba-tiba, seluruh menara bergetar. Suara 'Tik... Tok... Tik...' mulai bergema, awalnya sangat pelan, lalu semakin keras hingga menggetarkan dinding menara. Roda-roda gigi mulai berputar kembali dengan harmoni yang indah. Cahaya keemasan terpancar dari pusat menara dan menyebar ke seluruh penjuru dunia. Miko melihat dari kejauhan bagaimana burung pipit di langit kembali mengepakkan sayapnya, dan aliran air di sungai kembali berdendang. Pak Tua Bram di rumah akhirnya bisa menyeruput tehnya yang hangat.

Miko kembali ke rumah tepat sebelum matahari terbenam. Dunia telah kembali normal, dan tidak ada yang tahu bahwa seekor kucing kecil telah menyelamatkan waktu dari tidurnya yang panjang. Pak Tua Bram hanya mendapati Miko sedang meringkuk tidur di dekat kotak kayu tua di loteng. Miko mendengkur lembut, mendengarkan detak jantungnya sendiri yang kini seirama dengan detak waktu di seluruh dunia. Dia belajar bahwa setiap detik sangatlah berharga dan penuh dengan keajaiban yang harus dijaga.

#BukuAnak #DongengKucing #PetualanganAjaib #MisteriWaktu #CeritaAnakIndonesia #KucingCerdik #ImaginasiAnak