← Kembali ke Katalog
Katalog/Cerita Bergambar/KOALA MENCURI BANTAL RAJA Kekacauan Lucu di Istana Mimpi

KOALA MENCURI BANTAL RAJA Kekacauan Lucu di Istana Mimpi

Kategori: Cerita Bergambar | Dilihat: 0 Kali

Harga Saat Ini

Rp 5.000 Rp 10.00050%

Detail Produk

Kode Produk:PRD-EAE320FF
Bahasa:Indonesia
Format:PDF
Penulis:Ahmad Santoso
Halaman:29 Halaman
Tahun Terbit:2026
Penerbit:Duta Ilmu Kids
Peringkat:4.90

Share:

Deskripsi

Di tengah Hutan Eucalyptus yang selalu diselimuti kabut tipis berwarna ungu, hiduplah seekor koala kecil bernama Kiki. Kiki bukanlah koala biasa; ia adalah juara tidur di seluruh hutan. Baginya, satu jam tidur siang tidak pernah cukup, dan ia bisa tertidur di mana saja, bahkan saat sedang mengunyah daun favoritnya. Namun, masalah besar dimulai ketika Kiki mulai memiliki kebiasaan baru, yaitu berjalan sambil tidur atau mengigau.

Tidak jauh dari hutan tersebut, berdiri sebuah istana megah yang disebut Istana Mimpi. Istana ini dipimpin oleh Raja Leo, seekor singa berambut emas yang sangat gagah namun memiliki satu kelemahan: ia tidak bisa tidur jika tidak memeluk bantal sutra emas kesayangannya. Bantal itu konon berisi bulu angsa dari awan ke tujuh dan dijahit dengan benang bintang yang berkilauan. Siapa pun yang menyentuhnya akan langsung merasa rileks dan mengantuk dalam sekejap.

Suatu malam yang sunyi, Kiki sedang bermimpi indah tentang makan es krim awan. Tanpa sadar, ia turun dari pohonnya dan berjalan dengan mata tertutup menuju Istana Mimpi. Berkat langkahnya yang seringan kapas, Kiki berhasil melewati para pengawal kelinci yang juga sedang terkantuk-kantuk di gerbang depan. Ia terus berjalan menyusuri lorong istana yang lantainya terbuat dari marmer halus, hingga akhirnya sampai ke kamar tidur sang Raja.

Raja Leo sedang mendengkur pelan, sementara bantal emasnya tergeletak di samping kepalanya. Dalam igauannya, Kiki melihat bantal itu sebagai gumpalan permen kapas yang paling besar dan empuk di dunia. Dengan gerakan perlahan, Kiki memeluk bantal tersebut, lalu berbalik arah dan berjalan keluar istana dengan sangat santai. Ia bahkan sempat menyapa salah satu patung penjaga dengan anggukan kecil sebelum menghilang kembali ke dalam gelapnya hutan.

Keesokan paginya, seluruh istana gempar! Raja Leo terbangun dengan leher kaku dan suasana hati yang sangat buruk karena tidurnya terganggu. 'Mana bantalku?! Siapa yang berani mencuri kenyenyakanku?!' raungnya hingga jendela-jendela istana bergetar. Sontak saja, Kapten Bun-Bun, komandan pasukan kelinci, segera mengumpulkan pasukannya. Mereka menemukan jejak bulu abu-abu halus dan aroma daun eucalyptus di sekitar ranjang Raja. Petunjuk itu mengarah langsung ke Hutan Eucalyptus.

Pengejaran pun dimulai. Namun, ini bukanlah pengejaran yang menegangkan, melainkan pengejaran yang sangat lucu. Pasukan kelinci yang mencoba menangkap Kiki sering kali terdistraksi. Ada yang mendadak ingin makan wortel liar, dan ada pula yang malah ikut mengantuk karena suasana hutan yang terlalu tenang. Sementara itu, Kiki masih dalam keadaan setengah sadar, memanjat pohon tinggi sambil tetap memeluk bantal emas itu erat-erat. Ia mengira bantal itu adalah bagian dari dahan pohon yang sangat nyaman.

Ketika Raja Leo akhirnya memutuskan untuk turun tangan sendiri, ia menemukan Kiki sedang mendengkur dengan suara yang sangat damai di atas pohon tertinggi. Kemarahan sang Raja mendadak luluh saat melihat betapa lucunya koala kecil itu. Kiki tampak sangat bahagia dalam tidurnya. Namun, tugas tetaplah tugas. Raja Leo mencoba mengambil bantalnya kembali, tetapi setiap kali ia menarik bantal itu, Kiki justru memeluknya lebih kuat sambil bergumam, 'Jangan ambil awanku...'.

Setelah perjuangan panjang yang melibatkan aksi tarik-menarik bantal yang kocak, Kiki akhirnya terbangun. Ia sangat terkejut melihat seekor singa besar dan pasukan kelinci berada di bawah pohonnya. Dengan wajah merah padam karena malu, Kiki segera meminta maaf. Ia menjelaskan bahwa ia benar-benar tidak sengaja dan mengira bantal itu adalah awan dalam mimpinya. Raja Leo, yang sebenarnya memiliki hati yang lembut, memaafkan Kiki dengan syarat Kiki harus membantunya menemukan cara agar ia tetap bisa tidur nyenyak tanpa harus bergantung pada satu bantal saja.

Kiki kemudian mengajari Raja Leo teknik rahasia para koala: memilih dahan yang tepat dan mencium aroma daun eucalyptus yang menenangkan. Sebagai tanda terima kasih dan permintaan maaf, Kiki membuatkan Raja Leo sebuah bantal kecil dari anyaman serat pohon yang diisi dengan daun-daun harum. Raja Leo sangat menyukainya! Akhirnya, Kiki tidak lagi berjalan sambil tidur karena Raja memberikan sebuah lonceng kecil di topinya agar ia selalu terbangun jika berjalan terlalu jauh. Sejak hari itu, Istana Mimpi dan Hutan Eucalyptus menjadi tetangga yang paling rukun, dan Raja Leo sering mengundang Kiki untuk sekadar tidur siang bersama di taman istana yang indah.

#BukuAnak #DongengKoala #IstanaMimpi #CeritaLucu #PetualanganMalam #DutaIlmuKids #KisahInspiratif