← Kembali ke Katalog
Katalog/Anak & Remaja/Cerita Bergambar/KISAH SI ANAK HARIMAU PEMBERANI Belajar Mengendalikan Emosi

KISAH SI ANAK HARIMAU PEMBERANI Belajar Mengendalikan Emosi

Kategori: Cerita Bergambar | Dilihat: 8 Kali

Harga Saat Ini

Rp 5.000 Rp 10.000

Detail Produk

Kode Produk:PRD-E91C87CB
Bahasa:Indonesia
Format:PDF
Penulis:Dimas Ramadhan
Penerjemah:Salsabila Azzahra
Halaman:29 Halaman
Tahun Terbit:2026
Penerbit:Duta Ilmu Kids
Peringkat:4.9

Share:

Deskripsi

Di jantung Hutan Emerald yang pepohonannya berkilau seperti permata hijau saat tertimpa cahaya matahari, hiduplah seekor anak harimau bernama Tora. Tora adalah anak harimau yang paling kuat dan paling cepat di antara teman-temannya. Bulunya oranye menyala dengan garis-garis hitam yang gagah. Namun, Tora memiliki satu kelemahan besar: ia sangat mudah marah. Jika ia kalah dalam perlombaan lari, ia akan menggeram marah. Jika ia tidak bisa memanjat pohon yang tinggi, ia akan mencakar batang pohon itu dengan penuh emosi. Teman-temannya, Kiki si Kancil yang cerdik dan Pipit si burung kecil, sering kali merasa takut bermain bersama Tora karena mereka tidak tahu kapan Tora akan meledak marah.

Suatu pagi yang cerah, mereka sedang asyik bermain bola rotan di pinggir sungai. Pipit tanpa sengaja menendang bola itu terlalu keras hingga masuk ke dalam semak berduri yang lebat. Tora yang sedang mengejar bola itu merasa sangat kesal. Wajahnya memerah, napasnya memburu, dan ia mulai mengaum dengan keras hingga burung-burung di atas pohon beterbangan ketakutan. "Pipit! Lihat apa yang kamu lakukan! Sekarang bolanya rusak!" teriak Tora sambil memukul-mukul tanah. Kiki dan Pipit hanya bisa terdiam, merasa sangat sedih dan takut.

Kejadian itu disaksikan oleh kakek Tora, seorang harimau tua yang bijaksana bernama Aki Rimba. Aki Rimba mendekati Tora dengan langkah tenang. Beliau tidak memarahi Tora, melainkan mengajaknya duduk di bawah pohon beringin yang teduh. Aki Rimba berkata dengan lembut, "Tora, amarah itu seperti api. Jika kau biarkan menyala tanpa kendali, ia akan membakar hutan dan teman-temanmu. Kekuatan sejati seorang harimau bukan terletak pada suaranya yang keras, melainkan pada kemampuannya menguasai hatinya sendiri."

Aki Rimba kemudian mengajarkan Tora sebuah teknik yang disebut 'Napas Hutan'. "Setiap kali kau merasa dadamu mulai panas oleh amarah, tutuplah matamu. Hirup napas dalam-dalam seolah kau menghirup wangi bunga melati yang segar, hitung sampai tiga, lalu buang napas perlahan seolah kau meniup kelopak bunga yang layu. Lakukan itu sampai hatimu terasa sedingin air sungai," jelas Aki Rimba. Tora mencoba mempraktikkannya. Awalnya sulit, namun setelah beberapa kali mencoba, ia merasakan keheningan yang nyaman menyelimuti pikirannya.

Beberapa hari kemudian, cuaca di Hutan Emerald berubah drastis. Hujan turun dengan sangat lebat selama berjam-jam, menyebabkan air sungai meluap. Banjir bandang datang dengan sangat cepat. Tora yang sedang berada di bukit melihat Kiki dan Pipit terjebak di atas sebuah batang kayu besar yang terseret arus sungai yang deras. Mereka berteriak minta tolong. Tora merasa panik. Ia ingin marah pada hujan, ia ingin menggeram pada air sungai yang ganas. Namun, ia teringat pesan Aki Rimba.

Tora segera memejamkan matanya di tengah guyuran hujan. Ia menghirup napas dalam-dalam, menghitung satu, dua, tiga, lalu mengembuskannya perlahan. Kepanikannya menghilang, digantikan oleh kejernihan pikiran. Tora melihat sebuah batang pohon tumbang di dekatnya yang cukup panjang. Dengan tenang dan penuh perhitungan, ia menggunakan kekuatannya untuk mendorong batang pohon itu hingga melintang di atas aliran sungai, menciptakan sebuah jembatan darurat untuk menyelamatkan teman-temannya.

Dengan keberanian dan ketenangan hati, Tora membantu Kiki dan Pipit menyeberangi jembatan kayu tersebut sebelum arus membawanya pergi. Setelah mereka sampai di tempat yang aman, Kiki dan Pipit memeluk Tora dengan erat. "Terima kasih, Tora! Kamu sangat tenang dan luar biasa!" puji Pipit. Tora tersenyum, kali ini bukan senyum sombong, melainkan senyum tulus yang hangat. Sejak hari itu, Tora dikenal bukan hanya sebagai anak harimau yang paling berani, tetapi juga yang paling sabar di seluruh Hutan Emerald.

Tora pun menyadari bahwa mengendalikan emosi adalah petualangan terbesar yang pernah ia alami. Ia belajar bahwa menjadi kuat berarti memiliki kendali atas diri sendiri. Bersama teman-temannya, Tora terus tumbuh menjadi pelindung hutan yang bijaksana, selalu siap menghadapi tantangan apa pun dengan kepala dingin dan hati yang penuh kasih. Kisah Tora pun menjadi legenda bagi penghuni hutan lainnya, mengajarkan setiap anak hewan bahwa kekuatan hati jauh lebih berharga daripada kekuatan cakar.

Produk Terkait

SEMUA AKAN INDAH PADA WAKTUNYA Belajar Sabar Dan TawakalE-Book20%

Spiritual & Religius

SEMUA AKAN INDAH PADA WAKTUNYA Belajar Sabar Dan Tawakal
Rp 20.000
Rp 25.000
RAHASIA HATI YANG TENANG Kunci Bahagia Dunia AkhiratE-Book20%

Spiritual & Religius

RAHASIA HATI YANG TENANG Kunci Bahagia Dunia Akhirat
Rp 20.000
Rp 25.000
PELUKAN RAHMAT ALLAH Menguatkan Jiwa Dengan ImanE-Book20%

Spiritual & Religius

PELUKAN RAHMAT ALLAH Menguatkan Jiwa Dengan Iman
Rp 20.000
Rp 25.000
LANGKAH MENUJU SURGA Membangun Amal Setiap HariE-Book20%

Spiritual & Religius

LANGKAH MENUJU SURGA Membangun Amal Setiap Hari
Rp 20.000
Rp 25.000