← Kembali ke Katalog
Katalog/Cerita Bergambar/BERUANG MENCARI SELIMUT HILANG Perjalanan Hangat Menjelang Waktu Tidur

BERUANG MENCARI SELIMUT HILANG Perjalanan Hangat Menjelang Waktu Tidur

Kategori: Cerita Bergambar | Dilihat: 0 Kali

Harga Saat Ini

Rp 5.000 Rp 10.00050%

Detail Produk

Kode Produk:PRD-8ED321FC
Bahasa:Indonesia
Format:PDF
Penulis:Dewi Kusuma
Halaman:29 Halaman
Tahun Terbit:2026
Penerbit:Duta Ilmu Kids
Peringkat:4.90

Share:

Deskripsi

Di jantung Hutan Pinus Cahaya Bulan yang selalu berkabut tipis, hiduplah seekor beruang madu kecil bernama Barnaby. Barnaby adalah beruang yang sangat teratur, terutama jika menyangkut rutinitas waktu tidurnya. Ia akan meminum segelas susu madu hangat, menyikat giginya yang putih, dan yang paling penting, meringkuk di bawah selimut biru mudanya yang sangat lembut. Selimut itu bukan sekadar kain; itu adalah pemberian neneknya yang terasa seperti pelukan hangat setiap kali ia memakainya.

Namun, pada suatu malam yang berangin, bencana kecil terjadi. Saat Barnaby bersiap untuk naik ke tempat tidur kayunya yang empuk, selimut biru itu tidak ada di sana. Ia mencari di bawah bantal, di dalam lemari madu, bahkan di bawah karpet bulu domba di ruang tamu, tetapi hasilnya nihil. Dengan perasaan cemas namun berani, Barnaby memutuskan untuk keluar rumah. Mengenakan piyama bintang-bintangnya dan membawa sebuah lentera kayu kecil, ia melangkah ke dalam kegelapan hutan yang indah.

Perhentian pertamanya adalah lubang kelinci milik Benny. Benny yang sedang asyik mengunyah wortel malam terkejut melihat Barnaby. 'Apakah kau melihat sesuatu yang biru dan terbang tertiup angin, Benny?' tanya Barnaby lembut. Benny mengendus udara dan menunjuk ke arah utara. 'Aku melihat bayangan biru melintasi semak berry tadi, Barnaby. Mungkin angin membawanya ke arah pohon Oak besar,' jawab Benny. Dengan penuh semangat, Barnaby melanjutkan perjalanannya, menyusuri jalanan setapak yang diterangi oleh bunga-bunga tidur yang mekar dan bercahaya.

Di tengah jalan, Barnaby bertemu dengan Oliver, seekor burung hantu tua yang bijaksana. Oliver bertengger di dahan pohon tinggi, matanya yang besar mengamati setiap gerak-gerik di hutan. 'Hoo... Hoo... Mencari sesuatu di tengah malam, Beruang kecil?' tanya Oliver. Barnaby menceritakan tentang selimutnya. Oliver pun terbang tinggi ke angkasa, menembus awan tipis, lalu turun kembali dengan berita baik. 'Aku melihat warna biru tersangkut di dahan Pohon Willow Menangis di tepi sungai,' ujar Oliver. Barnaby berterima kasih dan bergegas menuju sungai yang airnya berkilauan seperti perak di bawah sinar bulan.

Sesampainya di sungai, ia bertemu dengan Daisy si Rusa yang sedang minum. Daisy dengan senang hati membantu Barnaby menyeberangi aliran air yang dangkal. Benar saja, di sana, tersangkut di dahan pohon willow yang menjuntai rendah, adalah selimut biru kesayangan Barnaby. Selimut itu tampak bergoyang pelan ditiup angin malam. Dengan bantuan Daisy yang tinggi, Barnaby akhirnya bisa meraih kembali harta karunnya yang hilang. Selimut itu sedikit dingin, tapi Barnaby merasa sangat lega.

Dalam perjalanan pulang, Barnaby tidak lagi merasa takut pada kegelapan malam. Ia menyadari bahwa hutan di malam hari adalah tempat yang ramah jika kita memiliki teman. Sesampainya di rumah kayu yang hangat, Barnaby mencuci sedikit ujung selimutnya yang kotor, lalu menyelimuti dirinya dengan erat. Aroma hutan dan petualangan masih tertinggal sedikit di kain lembut itu, membuatnya tidur lebih nyenyak dari biasanya. Malam itu, Barnaby bermimpi tentang terbang bersama angin, namun selalu tahu jalan untuk kembali pulang ke tempat yang paling nyaman.

#BukuAnak #DongengSebelumTidur #CeritaBeruang #PetualanganHutan #PesanMoral #DewiKusuma #DutaIlmuKids